Rabu, Februari 11News That Matters
Shadow

Tokoh Muda Lampung Nilai Wacana Pilkada Tidak Langsung Rampas Hak Politik Rakyat

Lampung – Tokoh muda Lampung sekaligus Ketua Umum APSDCI (Aliansi Pemuda Save Democracy and Care Indonesia), Agam Kusuma Yuda, melontarkan kritik keras terhadap wacana penghapusan pilkada langsung dan pengalihan pemilihan kepala daerah kepada DPR/DPRD.

Menurut Agam, gagasan tersebut bukan sekadar perubahan teknis pemilu, melainkan bentuk kudeta senyap terhadap kedaulatan rakyat yang berpotensi mencederai semangat Reformasi 1998.

“Yang mahal bukan pilkada, tapi mahar politik,” tegas Agam dalam pernyataannya, menanggapi alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan pembenaran oleh elite politik.

Agam menilai, DPR justru sedang mempertontonkan pengkhianatan terhadap mandat publik. Lembaga legislatif yang dipilih rakyat seharusnya menjadi penjaga demokrasi, bukan mengambil alih hak konstitusional rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.

“Ketika pilkada hendak diserahkan kepada DPRD, maka demokrasi dipindahkan dari ruang publik ke ruang tertutup elite partai. Rakyat dipaksa menjadi penonton, sementara kekuasaan dibagi-bagi di balik meja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agam menegaskan bahwa narasi mahal dan rawan konflik hanyalah kamuflase politik. Penghapusan pilkada langsung, kata dia, tidak akan menghilangkan praktik politik uang, justru memusatkannya pada segelintir elite di parlemen daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman buruk ketika kepala daerah dipilih oleh DPRD. Praktik transaksi politik, korupsi sistemik, dan kepala daerah yang lebih tunduk pada partai dibanding rakyat menjadi catatan kelam yang tidak boleh diulang.

> “Menghidupkan kembali sistem ini sama dengan memelihara kebusukan politik yang pernah kita lawan bersama,” tambahnya.

Agam memperingatkan, jika wacana pilkada tidak langsung terus dipaksakan, maka legitimasi kepala daerah akan cacat sejak lahir, kepercayaan publik terhadap DPR akan runtuh, dan potensi perlawanan sipil tak bisa dihindari.

“Pilkada langsung adalah harga mati. Menghapusnya sama dengan mengubur Reformasi dan menginjak-injak kedaulatan rakyat,” tegas Agam.

Sebagai Ketua Umum APSDCI dan tokoh muda Lampung, Agam menegaskan bahwa rakyat tidak akan diam menghadapi upaya pelemahan demokrasi. Sejarah akan mencatat siapa yang menjaga demokrasi dan siapa yang mengkhianatinya.(**)