
JCNEWS ID, Lampung Selatan — Dua Rekanan Pembangunan Koprasi Desa Merah Putih ( KDMP ) yang ada di wilayah Kecamatan Palas dan Sragi Kabupaten Lampung Selatan Saling Serang.
Peristiwa ini terungkap setelah media ini memberitakan pembanguan KDMP di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi kabupaten Lampung Selatan yang belum selesai di kerjakan oleh pihak Rekanan yang bernama Edi selanjutnya Rekanan Edi memberikan keterangan pada Mentrengnews.com
bahwa pekerjaan yang di kerjakan sapriyadi yang tidak berkualitas semetara itu Sapriyadi mengatakan pada media JCNEWS.ID bahwa pekerjaan Edi yang tidak berkualitas hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan ada apa dengan kwalitas pembangunan KDMP di wilayah Palas Dan Sragi sehingga kedua Rekanan yang mengerjakan pembangunan saling menjelekan kwalitas pembanguan yang mereka kerjakan.
Dalam pemberitaan sebelumnya di media Jcnews.id Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, yang dikerjakan oleh rekanan bernama Bambang, menjadi sorotan tajam. Proyek yang berjalan sejak November 2025 ini diduga sarat pelanggaran prosedur dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Ironisnya, hingga saat ini lokasi pembangunan kosong tanpa papan informasi proyek, padahal itu syarat mutlak transparansi. Warga dibuat buta, tidak tahu rincian anggaran dan waktu penyelesaian.
“Tidak ada papan info sama sekali, kami buta total. Ini uang negara harusnya terbuka,” ujar salah satu warga.
Warga Desa Bandar Agung, pun menilai kualitas kerja sangat memprihatinkan.
“Bangunan ini tidak simetris, tidak sesuai gambar, dan terkesan asal jadi. Kondisi seperti ini jelas berpotensi merugikan keuangan negara,” Tandas seorang Warga Yang enggan di sebutkan namanya,
Menanggapi pemberitaan tersebut, Komandan Koramil 08/Palas, Kapten Inf Ujang Haerudin, melalui sambungan telepon memberikan klarifikasi keras dan berwibawa. Ia membantah mentah-mentah seluruh tuduhan yang beredar.
“Dengan tegas saya nyatakan, semua berita yang menyebutkan ada kecurangan hingga merugikan negara itu TIDAK BENAR sama sekali. Tidak ada satu poin pun yang sesuai fakta lapangan,” ujar Kapten Inf Ujang Haerudin.
Ia menilai tuduhan tersebut sangat tidak bertanggung jawab, mengada-ngada, dan terkesan hanya ingin menjatuhkan nama baik pihak tertentu.
“Sungguh sangat tega menuduh seenaknya. Pembangunan ini berjalan sesuai prosedur, standar teknis, dan diawasi ketat demi kesejahteraan masyarakat, bukan untuk merugikan negara,” tegasnya.
Terkait durasi pengerjaan yang dinilai melampaui target, Danramil menjelaskan hal itu murni disebabkan oleh faktor alam.
“Waktu yang sempat molor itu karena curah hujan sangat tinggi dan cuaca tidak bersahabat. Lahan becek, kerja terpaksa dihentikan demi kualitas dan keselamatan. Ini bukan kelalaian, tapi kendala alam,” jelasnya.
Setelah cuaca membaik, pekerjaan kembali dikebut sesuai target.
Danramil menegaskan, kebebasan pers harus tetap berjalan pada koridor kebenaran. Jangan jadikan isu sebagai alat fitnah.
“Kami tidak tinggal diam. Nama baik institusi dan kebenaran harus dijaga. Jangan hancurkan pembangunan demi kepentingan tertentu. Kami siap mempertanggungjawabkan semua sesuai aturan,” pungkasnya.
Edi,Betul, pelang itu memang pernah kami pasang. Dan memang ada kejadian pelang itu dilepas oleh pihak tertentu. Kami tidak tahu persis siapa orangnya, tapi ada pekerja saya yang melihat kejadian itu secara langsung. Sayangnya karena tidak membawa HP atau kamera, jadi tidak ada foto buktinya. Tapi kejadian itu benar adanya. Saya tidak bisa menyebutkan nama orangnya, tapi dari keterangan pekerja saya, memang ada yang melepas pelang tersebut.”
“Bagaimana dengan kualitas dan pengadaan material?”Edi,Saya tegaskan, hampir 70% material yang masuk itu dikirim langsung oleh Pak Kades. Mulai dari besi, pasir, hingga hebel, itu semua dari beliau. Kecuali untuk besi bagian atas, itu kami datangkan sendiri langsung dari Jakarta, dan surat jalan serta dokumennya lengkap semua, jelas ada buktinya.”
Edi,Betul sekali, kurang ada dukungan dan support. Justru orang-orang saya itu pernah diusir oleh pihak Pak Kades sampai 2 kali. Itu laporan dari tim lapangan. Saya sendiri sudah berusaha mau komunikasi dan mau ketemu muka, tapi beliau tidak pernah mau menemui kami. Terakhir bulan kemarin saya usahakan pertemuan karena pekerjaan distop, tapi beliau tetap tidak mau hadir.
Edi,Versi dari pendamping KODE atau AGINAS mungkin lain, tapi versi saya dan fakta di lapangan, Pak Kades ini ternyata juga ikut mengerjakan atau borong proyek lain di tempat lain. Lokasinya masih di sekitaran Koramil Pala situ, saya lupa nama tempatnya persis.
Dan kalau dilihat spek dan barang yang dia pakai di proyek lain itu, kami punya bukti fotonya yang kami dapatkan dari lokasi pabrikasi dia. Jadi menurut saya, masalah ini lebih ke arah suka tidak suka, emosional, dan bukan objektif lagi.”
“Jadi sorotan berita yang beredar selama ini sumbernya dari Pak Kades dan Sekdes?”
Edi,ya betul, itu sumbernya dari mereka berdua. Dan menurut analisa saya, ini dasarnya karena Kecemburuan Sosial.
Coba dilihat, beliau kan sudah dapat rezeki dari suplai bahan baku. Mulai dari besi, harga di toko sekian, lewat dia dapat sekian, selisihnya sudah jauh. Pasir, batu, dan material lain pun beliau yang suplai, itu sudah namanya rezeki yang masuk. Tapi sepertinya Pak Kades ini masih mau cari lebih lagi, makanya dibuatlah isu-isu seperti ini.
dari keterangan kedua Rekanan ini maka jelas terlihat bahwa ada hal hal yang mencurigakan dari pembangunan gedung Koprasi Desa Merah Putih yang di kerjakan baik oleh Edi Maupun yang di kerjakan oleh Sapriyadi oleh karna itu Aparat Penegak Hukum harus melakukan pengecekan pembanguan dan sistem penunjukan kedua Rekanan serta aliran dana dari pusat sehingga semua menjadi terang benderang.( Red )
