
Lampung Selatan –jcnews.id
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Senin (20/7/2026), diwarnai banjir ucapan selamat dari berbagai kalangan. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat hingga warga menyampaikan doa dan harapan melalui media sosial maupun karangan bunga.
Namun, di antara deretan karangan bunga yang berisi ucapan selamat, terdapat dua papan bunga yang menyita perhatian publik. Bukan sekadar memberikan doa, pengirimnya juga menyisipkan kritik dan harapan yang dikemas dalam kalimat bernada satire terhadap kepemimpinan Bupati Lampung Selatan.
Salah satunya berasal dari Nurul Ikhwan, anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2019–2024. Dalam papan bunga tersebut tertulis:
“Selamat Ulang Tahun Radityo Egi. Semoga kaya harta seperti Bu Zita, di tengah angka kemiskinan Lamsel yang tak berubah.”
Kalimat tersebut dinilai menyindir isu yang sempat menjadi perhatian publik terkait laporan harta kekayaan istri Bupati Lampung Selatan, Zita Anjani, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Pesan itu juga menyinggung persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Tak jauh dari papan bunga tersebut, karangan bunga lainnya datang dari Ketua Umum LPKSM-GML, Syaifunnaim atau yang akrab disapa Kang Ayi. Pesan yang disampaikan tak kalah tajam.
“Barakallah fii umrik Pak Bupati. Panjang umur, sehat selalu, aamiin. Jangan sampai Lamsel OTT KPK lagi ya.”

Kalimat singkat itu dipandang sebagai pengingat agar pemerintahan yang dipimpin Radityo Egi Pratama tetap menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. Pesan tersebut juga mengingatkan publik pada peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang pernah menjerat kepala daerah di Lampung Selatan pada masa lalu.
Dua karangan bunga tersebut menjadi perhatian masyarakat yang melintas maupun warganet setelah fotonya beredar di media sosial. Sebagian menilai pesan itu merupakan bentuk kritik sosial yang disampaikan secara kreatif tanpa menghilangkan ucapan selamat ulang tahun, sementara yang lain memandangnya sebagai pengingat agar pemerintah tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terkait isi pesan yang tertuang dalam kedua karangan bunga tersebut.
Sebagai karya jurnalistik, perlu ditegaskan bahwa isi karangan bunga tersebut merupakan ekspresi dan pendapat pengirimnya. Kebenaran atau penilaian atas pesan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pihak yang membuatnya, sedangkan pemerintah daerah tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas kritik yang berkembang di ruang publik. (Ar.mcl/Tim)
