
Jcnews id – Lampung Selatan, 21 Agustus 2026 — Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program Presiden di bidang ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berinovasi dan melaksanakan berbagai terobosan strategis. Langkah ini diambil guna menjamin kelangsungan produksi padi di tengah tantangan kekeringan ekstrem yang kini melanda para petani di seluruh 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian serta Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan, Nyoman Umardana, menerima awak media di ruang kerjanya. Beliau memaparkan sejumlah langkah mitigasi yang telah disusun dan dilaksanakan secara terpadu untuk menyelamatkan pertanaman padi pada Musim Tanam (MT) II tahun 2026.
“Upaya utama yang kami laksanakan adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air, baik air tanah maupun air permukaan, melalui pengembangan sistem irigasi perpompaan yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Program ini telah menjangkau 192 kelompok tani (poktan) pada tahap pertama dan direncanakan meluas ke 50 poktan pada tahap kedua yang tersebar di berbagai kecamatan terdampak,” jelas Nyoman.
“Selain itu, kami juga memperkuat jaringan pengairan melalui pengadaan unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dikoordinasikan bersama Balai Besar Mesuji Sekampung, dengan rincian 8 unit pada tahap pertama dan 8 unit lagi pada tahap kedua,” tambahnya.
Bantuan berupa sumur bor yang disalurkan Kementerian Pertanian ke daerah ini menjadi bukti konkret komitmen Dinas Pertanian Lampung Selatan dalam menangani krisis kekeringan. Dukungan ini juga mencerminkan kinerja dan kualitas komunikasi yang sangat baik antara pimpinan Dinas Pertanian setempat dengan pihak Kementerian, sehingga kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terakomodasi.
Mengingat posisi strategis Lampung Selatan sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Provinsi Lampung, maka kelestarian lahan pertanian serta ketersediaan air menjadi urusan yang sangat krusial. Oleh karena itu, seluruh upaya ini dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas hasil panen, menjamin ketahanan pangan masyarakat daerah, serta memastikan kontribusi Lampung Selatan terhadap pasokan beras nasional tetap terjaga, meskipun kondisi iklim dan cuaca sedang tidak menentu.
Dengan langkah-langkah terarah dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan dampak buruk kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin, petani tetap produktif, dan cita-cita mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh dapat tercapai bersama.
( An)
