Jumat, Oktober 2News That Matters
Shadow

Proyek Jalan Rp797 Juta Baru Dua Jam Sudah Retak Seribu Warga Soroti Kualitas Pekerjaan

JCNEWS.ID — KALIANDA — Proyek peningkatan Jalan Pelajar (menuju SMK Kedaton), Kecamatan Kalianda, yang dibiayai APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp797.073.487,00, menuai sorotan tajam masyarakat. Pantauan awak media di lokasi membuktikan: jalan yang baru saja selesai dikerjakan belum kering sempurna sudah tampak retak-retak di banyak titik.

DATA RESMI PROYEK

Uraian Keterangan
Pekerjaan Peningkatan Jalan Pelajar (Menuju SMK) Kedaton, Kec. Kalianda
Nilai Kontrak Rp797.073.487,00
Pelaksana CV. Ania Raya
Waktu Pelaksanaan 90 Hari Kalender
Nomor Kontrak 136/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026
Dinas Terkait Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

FAKTA DI LAPANGAN: BARU DUA JAM, RETAK SUDAH TERLIHAT

Belum berlalunya waktu dua jam sejak pengerjaan dinyatakan selesai, permukaan jalan sudah memperlihatkan retakan memanjang yang menyebar. Beberapa bagian terlihat tidak rata dan mengendur. Kondisi ini memicu kecurigaan kuat bahwa material, campuran, maupun proses pengerjaan tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

SUARA WARGA: KESAL DAN KHAWATIR

Warga sekitar yang memantau langsung pekerjaan ini tak bisa menahan kekesalannya. Salah satu warga menyampaikan:

“Kami melihat sendiri, baru dikerjakan, belum sempat dipakai kendaraan biasa saja sudah retak begini. Bagaimana nanti kalau dilewati truk atau kendaraan berat? Pasti cepat rusak. Uang rakyat ratusan juta, hasilnya begini? Ini bukan pekerjaan yang serius.”

Warga lainnya turut menyampaikan kekhawatiran:

“Ini jalan menuju sekolah. Setiap hari banyak pelajar lewat. Kalau kualitasnya buruk sejak awal, siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi kerusakan cepat dan membahayakan pengguna jalan? Kami minta Dinas PUPR turun langsung periksa, jangan biarkan pekerjaan ini diterima sebelum diperbaiki.”

KONTRAKTOR BELUM MERESPON — MEDIA MASIH MEMBUKA RUANG KLARIFIKASI

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV. Ania Raya belum memberikan tanggapan atau keterangan apa pun terkait temuan kerusakan tersebut. Awak media telah berupaya menghubungi pihak terkait, namun belum ada jawaban.

Redaksi tetap memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan untuk memberikan penjelasan, klarifikasi, maupun sanggahan atas laporan ini.

TUNTUTAN REDAKSI: PERIKSA, PERBAIKI, DAN JAGA UANG RAKYAT

Sejumlah pertanyaan krusial menuntut jawaban resmi:

Apakah campuran material dan ketebalan lapisan sudah sesuai spesifikasi teknis?

Apakah pengawasan di lapangan berjalan sungguh-sungguh atau sekadar laporan tertulis?

Mengapa retakan muncul dalam waktu sangat singkat pascapengerjaan?

Apakah pembayaran akan dilakukan sementara kualitas belum memenuhi standar?

mendesak Dinas PUPR Lampung Selatan untuk segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, menahan sementara pembayaran, dan memerintahkan perbaikan menyeluruh sesuai standar. Uang rakyat tidak boleh dihabiskan untuk pekerjaan yang cepat rusak.

Kami akan menunggu penjelasan resmi dari semua pihak terkait dan terus mengawal perkembangan kasus ini.(AN)